Selasa, 23 Desember 2014




FEATURE BIOGRAFI


MASA MUDA TAK SELALU IDENTIK HURA-HURA


Sikapnya yang cuek dan serius terkadang membuat orang takut dan ragu untuk mengajaknya berbicara, apalagi untuk berkenalan lebih jauh, sehingga ia tidak begitu banyak mempunyai teman. Tapi siapa sangka jika kita mulai mengenal dan berinteraksi dengannya maka sifat-sifat buruk akan hilang tergantikan dengan kata-kata renyah ditambah senyum manis dari bibirnya. Ialah Nita Maf’ulah, gadis kelahiran Gresik, 18 Juli 1992. badannya yang tinggi dan keperawakannya yang tomboi membuat ia pantas mendapat panggilan “Chocki”.
Chocki merupakan mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah, IAIN Sunan Ampel Surabaya. Selama menuntut ilmu, Ia bertempat tinggal di Beauty Flower Kos, yakni sebuah kos kecil dibelakang kampusnya. Ia memilih tempat itu karena memiliki keterbatasan dana, yang biasanya dalam sebulan mahasiswa lainya harus membayar 200 sampai 350 ribu untuk membayar kosnya, maka dia hanya harus membayar 130 ribu, namun harga segitu masih terasa berat baginya.
Tidak seperti mahasiswi lainnya, yang sering menghabiskan waktu dengan nongkrong, shoping dan jalan-jalan ke mall. gadis berumur 20 tahun ini manjalani harinya dengan belajar dan mengerjakan tugas kuliah. Ia lebih senang menghabiskan waktu kosongnya keperpustakaan untuk sekedar membaca. Memang kadangkala ia sedikit merasa malu dengan teman-teman sekelasnya karena jarang ikut nongkrong dan jalan jalan untuk menghabiskan uang, namun apalah daya, uang yang dipunyanya hanya cukup kebutuhan sehari hari, bahkan cenderung kurang.
 

Ia selalu tampil energik dan tanpa masalah, namun di balik sifat dan penampilanya itu, ia mempunyai aktivitas diluar jam kuliah yang jarang dilakukan mahasiswa lain, yakni Setiap pulang kuliah, ia memulai aktivitasnya dengan menjaga sebuah toko kecil yang dikelola oleh seorang ibu rumah tangga yang berbaik hati mempekerjakanya paruh waktu. Uang dari hasil jaga tokonya itu ia gunakan untuk tambahan uang mengerjakan tugas dan membeli buku.
Pekerjaan ini memang sangat membantu, karena selain bisa menutupi kekurangan uang untuk kebutuhan sehari-hari, dia juga bisa memebeli sebuah notebook dari hasil menabungnya selama 2 tahun. Sebuah kerja keras yang berbuah manis yang paling ia syukuri. Anak kedua dari tiga bersaudara ini menyadari, bahwa ia dilahirkan dalam keluarga dengan tulang punggung seorang bapak yang bekerja sebagai buruh, memang tidak bisa diharapkan lebih, sehingga ia tidak pernah menuntut uang kepada orang tuanya untuk makan, namun untuk membayar SPP setiap semesternya, masih dirasa sanggup.
Ketika gadis tangguh ini sedang tidak bekerja. Pernah dalam 1 minggu, dia hanya membawa uang 20 ribu. Sebuah nominal yang kecil untuk mahasiswi mudah yang hidup ditengah perkotaan. Makan dan minumpun seadanya, “1 hari sekali dan porsi yang kacil”, Sahutnya, ketika ditanya soal bagaimana makannya yang dalam keada’an kekurangan tersebut.
Bersyukur dan menikmati adalah hal yang membuat gadis lajang yang tangguh ini bertahan, kalau bukan karena keinginan besarnya untuk menjadi seorang Public Relation handal, dia mungkin akan dengan mudah  hanyut dalam kebiasaan teman-temanya yang suka hura hura untuk menghambur-hamburkan uang hasil kerja kerasnya yang mampu membuatnya jarang menabung dan malas belajar. Karena sifat kemandiriannya ini ia yakin bahwa cita-citanya akan terwujud
Berhasil mempertahankan Indeks Prestasi diatas 3.5 adalah pembuktian dari hasil belajarnya. Terbiasa masuk sepuluh besar dari SD, Memang membuatnya terdidik agar selalu rajin belajar dalam mempertahankan prestasi, ia ingin membuktikan pada kedua orang tuanya, bahwa ia mampu menjadi kebangga’an dengan selalu menunjukan keseriusanya dalam belajar. Meskipun dalam berbagai kesulitan yang sedang ia hadapi.
Maka dari itu gadis yang juga menjadi Aktivis mahasiswa ini sering dijadikan teladan bagi beberapa sahabat karena kemandirianya. Pernah ketika sedang belajar dibangku SMA, ia menjabat sebagai ketua 2 Organisasi sekaligus yakni PMR (Palang Merah Remaja) dan MPK (Majlis Perwakilan Kelas), sebuah tanggung jawab besar yang mampu ia laksanakan. Dari berbagai pengalaman hidup inilah yang menjadikanya lebih terlihat kebal dalam mengatasi setiap problem dalam hidupnya. “Bersahabat dengan cewek tomboi ini membuatku terbiasa lebih rajin dalam mengerjakan tugas karena keseriusanya dalam belajar, meskipun saya tau banyak masalah yang berada difikiranya” jawab Mufarohah salah satu sahabat dekat ketika ditanya mengenai gadis ini.
Kendati demikian ia dilahirkan dalam keluarga serba pas-pasan, yang membuatnya hidup dalam kesederhanaan, namun semangat untuk memperbaiki kualitas hidupnya tidak sesederhana keseharianya. “Hidup ini harus dijalani dengan target. Kerja keras dan tekun adalah cara menggapai cita-cita untuk sebuah kesuksesan”, ujarnya yang disinggung mengenai pandangan hidup. Bisa disimpulkan bahwa cewek yang mempunyai senyum manis ini mempunyai ambisi besar yang tertanam dalam sifat sabar dan menerimanya.
Maka dari itu janganlah kita cepat mengeluh dengan kesulitan, tuhan memberikan ujian bagi kita  melalui berbagi jalan agar kita mampu terbebas dari masalah lain. Seperti halnya Chocki, pengalaman hidup yang sulit, tidak mampu membuatnya terpuruk dalam penyesalan,  tetapi tetap menjalani hidup dengan kerja keras dalam kesederhanaan, tidak pernah lelah dalam mempertahankan prinsipnya agar tetap belajar untuk sebuah kesuksesan tanpa hura hura.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar