

FEATURE BIOGRAFI
“MASA MUDA TAK
SELALU IDENTIK HURA-HURA”
Sikapnya yang cuek dan serius
terkadang membuat orang takut dan ragu untuk mengajaknya berbicara, apalagi
untuk berkenalan lebih jauh, sehingga ia tidak begitu banyak mempunyai teman. Tapi
siapa sangka jika kita mulai mengenal dan berinteraksi dengannya maka
sifat-sifat buruk akan hilang tergantikan dengan kata-kata renyah ditambah
senyum manis dari bibirnya. Ialah Nita Maf’ulah, gadis kelahiran Gresik, 18
Juli 1992. badannya yang tinggi dan keperawakannya yang tomboi membuat ia
pantas mendapat panggilan “Chocki”.
Chocki merupakan
mahasiswi jurusan Ilmu
Komunikasi, Fakultas Dakwah, IAIN Sunan Ampel Surabaya. Selama
menuntut ilmu, Ia bertempat tinggal di Beauty Flower Kos, yakni sebuah kos kecil dibelakang
kampusnya. Ia memilih tempat itu karena memiliki keterbatasan dana, yang
biasanya dalam sebulan mahasiswa lainya harus membayar 200 sampai 350 ribu
untuk membayar kosnya, maka dia hanya harus membayar 130 ribu, namun harga
segitu masih terasa berat baginya.
Tidak
seperti mahasiswi lainnya, yang sering
menghabiskan waktu dengan nongkrong, shoping dan jalan-jalan ke mall. gadis
berumur 20 tahun ini manjalani harinya dengan belajar dan mengerjakan tugas
kuliah. Ia lebih senang menghabiskan waktu kosongnya keperpustakaan untuk
sekedar membaca. Memang kadangkala ia sedikit merasa malu dengan teman-teman
sekelasnya karena jarang ikut nongkrong dan jalan jalan untuk menghabiskan
uang, namun apalah daya, uang yang dipunyanya hanya cukup kebutuhan sehari
hari, bahkan cenderung kurang.
Ia selalu tampil energik dan tanpa
masalah, namun di balik sifat dan penampilanya itu, ia mempunyai aktivitas
diluar jam kuliah yang jarang dilakukan mahasiswa lain, yakni Setiap pulang
kuliah, ia memulai aktivitasnya dengan menjaga sebuah toko kecil yang dikelola
oleh seorang ibu rumah tangga yang berbaik hati mempekerjakanya paruh waktu.
Uang dari hasil jaga tokonya itu ia gunakan untuk tambahan uang mengerjakan
tugas dan membeli buku.
Pekerjaan ini memang sangat
membantu, karena selain bisa menutupi kekurangan uang untuk kebutuhan
sehari-hari, dia juga bisa memebeli sebuah notebook
dari hasil menabungnya selama 2 tahun. Sebuah kerja keras yang berbuah
manis yang paling ia syukuri. Anak kedua dari tiga bersaudara ini menyadari,
bahwa ia dilahirkan dalam keluarga dengan tulang punggung seorang bapak yang
bekerja sebagai buruh, memang tidak bisa diharapkan lebih, sehingga ia tidak
pernah menuntut uang kepada orang tuanya untuk makan, namun untuk membayar SPP
setiap semesternya, masih dirasa sanggup.
Ketika gadis tangguh ini sedang
tidak bekerja. Pernah dalam 1 minggu, dia hanya membawa uang 20 ribu. Sebuah
nominal yang kecil untuk mahasiswi mudah yang hidup ditengah perkotaan. Makan
dan minumpun seadanya, “1 hari sekali dan porsi yang kacil”, Sahutnya, ketika
ditanya soal bagaimana makannya yang dalam keada’an kekurangan tersebut.
Bersyukur dan menikmati adalah hal
yang membuat gadis lajang yang tangguh ini bertahan, kalau bukan karena
keinginan besarnya untuk menjadi seorang Public
Relation handal, dia mungkin akan dengan mudah hanyut dalam kebiasaan teman-temanya yang
suka hura hura untuk menghambur-hamburkan uang hasil kerja kerasnya yang mampu
membuatnya jarang menabung dan malas belajar. Karena sifat kemandiriannya ini ia yakin bahwa
cita-citanya akan terwujud
Berhasil mempertahankan Indeks Prestasi
diatas 3.5 adalah pembuktian dari hasil belajarnya. Terbiasa masuk sepuluh
besar dari SD, Memang membuatnya terdidik agar selalu rajin belajar dalam
mempertahankan prestasi, ia ingin membuktikan pada kedua orang tuanya, bahwa ia
mampu menjadi kebangga’an dengan selalu menunjukan keseriusanya dalam belajar.
Meskipun dalam berbagai kesulitan yang sedang ia hadapi.
Maka dari itu gadis yang juga menjadi
Aktivis mahasiswa ini sering dijadikan teladan bagi beberapa sahabat karena
kemandirianya. Pernah ketika sedang belajar dibangku SMA, ia menjabat sebagai
ketua 2 Organisasi sekaligus yakni PMR (Palang Merah Remaja) dan MPK (Majlis
Perwakilan Kelas), sebuah tanggung jawab besar yang mampu ia laksanakan. Dari
berbagai pengalaman hidup inilah yang menjadikanya lebih terlihat kebal dalam
mengatasi setiap problem dalam hidupnya. “Bersahabat dengan cewek tomboi ini
membuatku terbiasa lebih rajin dalam mengerjakan tugas karena keseriusanya
dalam belajar, meskipun saya tau banyak masalah yang berada difikiranya” jawab
Mufarohah salah satu sahabat dekat ketika ditanya mengenai gadis ini.
Kendati demikian ia dilahirkan dalam
keluarga serba pas-pasan, yang membuatnya hidup dalam kesederhanaan, namun
semangat untuk memperbaiki kualitas hidupnya tidak sesederhana keseharianya. “Hidup
ini harus dijalani dengan target. Kerja keras dan tekun adalah cara menggapai cita-cita
untuk sebuah kesuksesan”, ujarnya yang disinggung mengenai pandangan hidup.
Bisa disimpulkan bahwa cewek yang mempunyai senyum manis ini mempunyai ambisi
besar yang tertanam dalam sifat sabar dan menerimanya.
Maka dari itu janganlah
kita cepat mengeluh dengan kesulitan, tuhan memberikan ujian bagi kita melalui berbagi jalan agar kita mampu
terbebas dari masalah lain. Seperti halnya Chocki, pengalaman hidup yang sulit,
tidak mampu membuatnya terpuruk dalam penyesalan, tetapi tetap menjalani hidup dengan kerja
keras dalam kesederhanaan, tidak pernah lelah dalam mempertahankan prinsipnya
agar tetap belajar untuk sebuah kesuksesan tanpa hura hura.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar